Wednesday, October 15, 2014

Yakinkan Kesanggupan Dengan Insyallah

Kurangi penggunaan kalimat "insyaallah" jika kalimat itu mewakili keraguan diri. Gunakan kalimat "insyaallah" jika kita punya keyakinan melakukannya.

Jangan rusak maksa "Insyaallah" yang sakral menjadi kalimat yang sepele. Menjadi sekedar ucapan balasan/tanggapan atas suatu percakapan yang tiada kukuh pelaksanaannya. maka jika keyakinan/kesanggupan melakukan suatu hal sudah pada 90 % patut kita mengucapkan "insyaallah". namun realitanya tidak demikian, ia alih-alih malah digunakan untuk menghindar yang artinya tingkat keyakinan/kesanggupan melakukan sesuatu di bawah 50 %.

Alternatif kata yang dapat mewakili kemungkinan dan ketidakpastian atas kesanggupan diri adalah sebagai berikut:

1. saya mungkin melakukannya (kata "mungkin" mengandung ketidak pastian diri, ada nilai makna "ya dan tidak" sekaligus)
2. saya tidak janji melakukannya ("tidak janji" bermakna penguatan diri bahwa diri tidak ingin diikat oleh kepastian)
3. saya akan usahakan melakukannya ("usaha" manusia itu memberi hasil yang tidak pasti", begitu juga kata "akan" [menurut saya])
4. saya tidak pasti melakukannya
5. dll, bila ragu tunjukkan dengan kalimat keraguan, bila yakin tunjukkan dengan kalimat "insyallah"

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut (Insya Allah)". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini" (QS. Al-Kahfi : 23-24).

Sekian, terima kasih :D by Upruzz Cetak

No comments:

Post a Comment